Sejak 2017 Kondisi Permukaan Tanah Di Wilayah Margonda Turun.Kota Depok Harus Waspada

  • Bagikan
banner 468x60

Depok – Permukaan tanah di sisi utara Jakarta setiap tahunnya turun hingga sekitar tujuh centimeter. Kondisi tersebut lebih cepat ketimbang di sisi selatan Jakarta.

Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Umum PT Tirta Asasta Depok (Perseroda), Ade Dikdik Isnandar mengatakan, Kota Depok adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat yang terletak di selatan Jakarta. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Depok yang terletak di selatan akan terbebas pula dari krisis turunnya permukaan tanah. Melainkan, lambat laun akan mengalami hal serupa seperti di Jakarta

banner 336x280

Ade Dikdik prihatin, pemakaian air bawah tanahnya di perkotaan adalah perilaku tidak bagus, dalam pengertian, pemanfaatan air bawah tanah masih dominan dimanfaatkan sebagai sumber air.

Seperti di Jakarta, penurunan permukaan tanah juga terjadi di Kota Depok terutama, di kawasan perniagaan Margonda.

Di wilayah Margonda, Kota Depok, sebut Ade, di tahun 2017 sudah menjadi isu tentang penurunan permukaan tanahnya.

“Penurun ini terjadi, penyebabnya, diantaranya, semula air tanah berada di pori-pori batuan terisi air setelah dilakukan ekplotasi menjadi kosong saat air dipompa naik ke atas permukaan. Antar butiran di bawah tanah terjadi pemadatan, sehingga akhirnya tanah mengalami kerusakan atau dapat amblas. Hal Ini yang harus diwaspadai warga dan pelaku usaha,” jelas Dikdik (13/01/22)

Ia memberikan pesan cukup serius khususnya kepada para pelaku usaha industri dan niaga Kota Depok, khususnya di wilayah Margonda, untuk segera meninggalkan penggunaan air bawah tanah dan beralih kepada air ramah lingkungan.

“Air yang diproduksi dan disalurkan dalam sistem perpipaan oleh Tirta Asasta Kota Depok ramah lingkungan karena airnya bersumber dari air permukaan yaitu dari Sungai Ciliwung yang kemudian diolah menjadi bermutu konsumsi. Hindari pemakaian atau eksploitasi air bawah tanah dengan dari sumur atau pengeboran. Titra Asasta mampu membuat instalasi distribusi air kemana saja di Kota Depok. Jangan khawatir,” tegasnya.

Dikdik Isnandar tekankan peringatan, bagi para pelaku usaha serta masyarakat supaya bijak menggunakan air tanah serta memberikan informasi tentang kondisi kerusakan air tanah di Jakarta maupun di selatan Jakarta.

Dalam hal ini, Ade Dikdik juga berpesan supaya kita menjadi pelopor konservasi air tanah dan menjadi pelopor pada pelestarian lingkungan di Kota Depok, sebab pengurangan penggunaan air tanah dapat menaikkan kembali muka air tanah, meski butuh proses waktu dan tidak sampai ke posisi semula.

(*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan