Jerry Massie : Ahok ‘Wrong Man’ Tak Kompeten Urus Pertamina

  • Bagikan
banner 468x60

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, mengatakan, bahwa Ahok tak kompeten mengurusi Pertamina. Bagi saya dia wrong man.

Menurutnya, kontroversi yang dibuat Ahok dan terus berulang menjadi gambaran dari kepribadian dan kualitas kerja yang selama ini dilakukannya.

banner 336x280

Lebih dari kontroversi mogok kerja FSPPB, Jerry tak melihat peran Ahok sebagai seorang Komut Pertamina. Pasalnya, banyak masalah yang justru lebih penting tapi tak kunjung diselesaikan.

Jerry menyebutkan salah satu contohnya, yakni soal utang perusaahan minyak negara yang di akhir tahu kemarin sudah mencapai Rp 602,43 triliun, paling tinggi dibanding utang BUMN non keuangan lainnya.

“Selain utang, banyak terjadi bencana menerpa pertamina sebut saja kebakaran pertamina Balongan, Indramayu sampai Plumpang. Bagi saya hal ini sangat buruk,” tuturnya.

“Kepengurusan Ahok saya nilai gagal total,” tandasnya.

Seperti diketahui, Ahok Bebas dari bui pada 24 Januari 2019, setelah mendekam selama setahun delapan bulan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, karena kasus penistaan agama, Basuki Tjahja Purnama tak lepas dari kebiasaannya membuat kontroversi.

Terhitung sejak ditunjuk menjadi Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) pada 25 November 2019, Ahok membuat sejumlah kontroversi di internal BUMN.

Namun, kekisruhan paling nyata dia perbuat pada tahun 2021 kemarin. Beberapa kali Ahok melontarkan sejumlah pernyataan yang justru mengakumulasi permasalah yang ada di Pertamina, dan tidak memberikan solusi.

Kontroversi yang dibuat mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta era Joko Widodo ini, paling baru terjadi pada akhir tahun 2021 kemarin. Ahok mengklaim ancaman mogok kerja yang disampaikan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) yakni karena pemotongan gaji karyawan.

Padahal nyatanya direksi tak pernah berencana memotong gaji karyawan, karena pada faktanya Pertamina hanya mengkaji rencana program agile working yang di dalamnya memberikan kepada karyawan pilihan bekerja dari rumah atau dari kantor (WFH/WFO).

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan