Depok  

Pemprov Jabar Terlantarkan Siswa Miskin Tidak Bersekolah, Orang Tua Murid Menolak Sekolah Terbuka

DEPOK l Racikan.id – Para orang tua siswa miskin yang anaknya belum mendapatkan sekolah, ditawari Sekolah Terbuka oleh Ketua Musyarawah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA SMK Negeri Kota Depok, mewakili Kepala Kantor Cabang Dinas Wilayah (KCD) 2, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Namun tawaran yang tidak jelas dan melanggar undang-undang  itu ditolak mentah mentah oleh pihak orang tua murid. Demikian dikatakan oleh Roy Pangharapan, Ketua DKR (Dewan Kesehatan Rakyat) Kota Depok kepada pers di Depok Senin (21/8).

Roy pangharapan melaporkan, pertemuan orang tua siswa miskin yang anaknya belum mendapatkan sekolah dengan pihak KCD 2 yang diwakili oleh Bapak Mamad Mahfudin M.PD Ketua MKKS SMA Negeri Depok, sekaligus Kepala SMA N 4 Kota Depok Sabtu lalu diadakan di SMA Negeri 4 Kota Depok. Dalam pertemuan tersebut pihak KCD 2, menawarkan solusi yaitu Sekolah Terbuka karena penerimanaan sekolah lewat PPDB sudah tutup.

“Orang tua siswa menolak Sekolah Terbuka karena tidak jelas pertanggung jawaban dari sekolah tersebut,” kata Roy Pangharapan.

Roy menjelasakan pihak MKKS, menjelaskan Sekolah Terbuka, yang dijelaskan masuknya hanya seminggu sekali. Bahkan, menurut Mamad, sebulan sekali juga bisa, hanya formalitas saja.

“Kontan saja para orang tua kecewa dan menolak usulan tersebut para siswa dan orang tua tetap menginginkan sekolah yang bener bukan yang abal-abal,” jelas Roy.

Baca Juga: Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah 2 Depok – Bogor: Kuota Rombongan Belajar SMA Negeri Adalah 36 Siswa Per Kelas,  Selebihnya Terancam Tidak  Memperoleh Ijasah dan Dapodik.

Para orang tua dan siswa kecewa atas usulan tersebut dan mempertanyakan keabsahan dari Sekolah terbuka tersebut. Karena lembaga MKKS tidak bisa juga menjelaskan tanggung jawab Sekolah Terbuka tersebut.

Para orang tua siswa miskin menurut Roy Pangharapan tetap meminta agar anaknya sekolah normal sesuai dengan sekolah yang dituju masing-masing, bukan mengorbankan satu semester bahkan satu tahun tidak sekolah.

DKR menyatakan akan melanjutkan perjuangan untuk mendapatkan hak para siswa dari keluarga miskin, yaitu sekolah sesuai dengan sekolah yang dituju 

“Kami siap untuk terus mendampingi orang tua siswa miskin agar mendapatkan haknya,” pungkas Roy Pangharapan.

Seperti diberitakan bahwa DKR sedang memperjuangkan siswa miskin yang belum mendapatkan sekolah, yaitu 12 orang siswa akan masuk SMA dan SMK Negeri di Depok. (***)