Kelangkaan Air Menjadi Pembahasan Parlemen Dunia pada World Water Forum Ke-10

JAKARTA l Racikan.id – Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan anggota parlemen dari seluruh dunia berkesempatan mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan air dalam Parliamentary Meeting on the Occasion of the 10th World Water Forum yang merupakan bagian dari World Water Forum Ke-10 di Bali.

“Selain itu, juga untuk meningkatkan kerja sama parlemen dalam memperluas akses terhadap air bersih, serta memobilisasi tindakan terhadap air untuk keamanan dan kesejahteraan global,” kata Puan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (17/5/2024).

Puan menyampaikan hal itu ketika menyoal DPR RI bersama Inter-Parliamentary Union (IPU) yang akan menjadi tuan rumah Parliamentary Meeting on the Occasion of the 10th World Water Forum. Acara ini akan dihadiri 231 partisipan dari 49 negara pada tanggal 19-21 Mei di Nusa Dua, Bali.

Forum itu bertema Parliamentary Meeting on the Occasion of the 10th World Water Forum adalah Memobilisasi Aksi Parlementer mengenai Air untuk Kesejahteraan Bersama (Mobilizing Parliamentary Action on Water for Shared Prosperity).

Sebagai tuan rumah kegiatan sidang, DPR RI berfokus menyukseskan pada kegiatan Parliamentary Meeting on the Occasion of the 10th World Water Forum, baik dari aspek penyelenggaraan maupun kesuksesan substansi dalam memperkuat tata kelola air bagi kesejahteraan rakyat.

Puan menilai forum air dunia cukup signifikan karena air sangat penting bagi bumi dan umat manusia, terlebih permasalahan air bersih juga merupakan salah satu agenda dalam tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDG).

“Dengan fungsi yang begitu penting dan melimpah keberadaannya, air menjadi bahan diskusi politik,” tutur Puan.

Untuk itu, kata Puan, parlemen dunia di bawah IPU terus membangun komitmen untuk memperkuat wacana-wacana parlementer tentang membentuk sistem tata kelola air yang baru.

“Yaitu mendorong tindakan parlementer mengenai air dan sanitasi, mengingat wacana mengenai air masih terbatas dan jarang menyentuh implikasi politiknya terhadap bumi dan manusia, serta cara mengatasinya,” ujar Puan.

Puan menyebut pertemuan parlemen pada World Water Forum Ke-10 itu dapat menyediakan platform untuk diskusi global yang jujur mengenai isu-isu yang berkaitan dengan air sebab akan melibatkan peserta parlemen, IPU, dan organisasi internasional.

“Pada forum itu memberikan usulan tindakan untuk memajukan agenda air global,” ucap Puan.

Puan bersama perwakilan dari IPU akan memberikan pendapat pada World Water Forum Ke-10 berdasarkan hasil Parliamentary Meeting on the Occasion of the 10th World Water Forum.

“Pertemuan parlemen akan mengajukan satu paragraf untuk ditambahkan pada Deklarasi Menteri sebagai bagian dari proses politik,” tutur Puan.

Puan mengatakan, rapat persiapan telah digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (16/4/2024), untuk memastikan acara berlangsung dengan aman dan lancar, termasuk mengenai substansi masalah yang akan dibahas dalam forum guna menghasilkan solusi untuk mengatasi krisis air.

Puan pun mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat dan semua pemangku kepentingan agar acara Forum Air Dunia Ke-10 dapat berjalan dengan baik, serta menghasilkan manfaat mengenai berbagai permasalahan air demi kesejahteraan bersama. (***)

Tinggalkan Balasan