konferensi pers di kantor kementrian Koordinator Polhukam

Tersangka Rencana Pembunuhan 4 Pejabat Negara dan 1 Pimpinan Lembaga Survei, Mengaku Diperintah Kivlan Zen.

Share it

Racikan.id – Terkait dengan pendalaman kasus perencanan pembunuhan terhadap Wiranto Cs dan Yunarto Wijaya, Direktur salah satu Lembaga Survei. Mabes Polri menggelar Konferensi Pers yang dilakukan di Kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum dam Keamanan (Polhukam), Selasa (11/6/2019).

Pada Konferensi Pers tersebut, Polisi membuka video pengakuan dari para tersangka Penyeludupan senjata yang juga berencana membunuh empat pejabat negara serta satu pimpinan lembaga survei.

Dalam video testimoninya itu, para terssangka menyebut nama menyebut nama Mayjen Purnawirawan TNI Kivlan Zein, sebagai pemberi perintah.

“Saya HK berdomisili di Cibinong. Saya diamankan polisi pada tanggal 21 Mei, 23.00 WIB, terkait ujaran kebencian dan kepemilikan senpi, dan ada kaitannya dengan senior saya, jenderal saya, yang saya hormati dan banggakan, Mayjen Purnawirawan Kivlan Zein,” tutur tersangka HK melalui video pengakuannya.

Dirinya menceritakan, bila ia dipanggil oleh Kivlan Zen di Kelapa Gading pada pada Maret 2019.  Menurutya,  ia diberi uang sebesar Rp 150 juta untuk membeli 4 senjata api. Sebanyak Rp 50 juta di antaranya berbentuk Dolar Singapura.

“Senjata saya dapatkan dari ibu-ibu juga, masih keluarga besar TNI, dengan jaminan uang Rp 50 juta. Adapun pesan Pak Kivlan, target saya Wiranto (Menkopolhukam) dan Luhut (Binsar Panjaitan; Menko Kemaritiman).”

Kivlan Zen (Tengah berbaju batik) Foto : Istimewa

Sedangkan tersangka TJ mengakui menemui Kivlan Zein dan mendapatkan foto serta alamat target yang akan dieksekusi.

“Dapat perintah Mayjen Kivlan Zen lewat Haji kurniawan, saya sebagai eksekutor. Saya diberi Rp 50 juta dari Kivlan lewat Kurniawan,” tuturnya.

Sementara itu tersangka lainnya, IR mengakui bertemu Kivlan Zein di masjid kawasan Pondok Indah.

”Saya bertemu Pak Kivlan di masjid Pondok Indah. Keesokan harinya, saya bertemu lagi Pak Kivlan di masjid Pondok Indah. Army memanggil saya masuk ke dalam mobil, ada Pak Kivlan sendiri. Pak Kivlan menyodorkan ponsel ada foto Yunarto (Wijaya; Direktur lembaga survei Charta Politika) beserta alamat,” terangnya dalam video.

Adapun dalam kasus ini, polisi telah menyita berbagai jenis senjata api dan rompi antipeluru, serta berhasil mengamankan sejumlah mata uang asing berupa dolar Singapura yang nilainya sekitar Rp 150 juta.

Berikut ini peran keenam tersangka yang ditangkap polisi terkait dengan upaya kericuhan saat 22 Mei 2019:

HK, warga Bogor.

Dirinya berperan sebagai ‘leader’, mencari senjata api sekaligus mencari eksekutor dan memimpin tim turun pada aksi 21 Mei. HK ada pada saat 21 Mei membawa Revolver jenis taurus. HK yang menerima uang Rp150 juta ditangkap Selasa (21/5/2019) pukul 13.00 WIB di lobi Hotel Megaria, Menteng, Jakarta Pusat.

AZ, warga Ciputat Tangerang Selatan.

Dirinya berperan dalam mencari eksekutor sekaligus eksekutor. AZ Ditangkap Selasa (21/5/2019) pukul 13.30 WIB di terminal 1 C Bandara Soekarno-Hatta.

IF, warga Kebon Jeruk Jakarta Barat.

Perannya sebagai eksekutor, menerima uang Rp 5 juta. IF ditangkap pada Selasa (21/5/2019)  pukul 20.00 WIB di pos Peruri Kantor Sekuriti KPBD Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

TJ, warga Cibinong.

Tj berperan sebagai eksekutor menguasai senpi rakitan mayer cold 22, senpi laras panjang mayer cold 22. Menerima uang Rp55 juta. Dirinya ditangkap pada Jumat (24/5/2019) pukul 08.00 WIB di parkiran Indomaret Sentul, Citeureup.

AD, warga Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara.

AD sebagai penjual 3 pucuk senpi. Satu rakitan jenis Mayer, satu laras panjang, satu laras pendek ke HK. Menerima uang Rp26,5 juta. Ditangkap pada Jumat (24/5/2019) pukul 08.00 WIB di daerah Swasembada.

AF alias Fifi (perempuan) warga Rajawali, Pancoran, Jakarta Selatan.

Peran sebagai pemilik dan penjual senpi Revolver Taurus ke HK. Menerima uang Rp 50 juta. Ditangkap Jumat (24/5/2019) di Bank BRI Thamrin.(obeth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *