kecelakaan lalu lintas

Pemotor Wanita Tewas Kecelakaan, Pemkot Depok Evaluasi Sling Baja di Jalan Margonda

Share it

Racikan.id –Terkait kecelakaan yang menyebabkan tewasnya seorang pengendara motor, Ita Sachari (27), pada Senin (8/4/2010) maka Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Pemkot Depok mengevaluasi pagar sling baja di median Jalan Margonda Raya.

“Saat ini sedang kita evaluasi untuk dicari penggantinya,” kata Kepala Dinas LHK Depok Ety Suryahati, Selasa (9/4/2019).

Kadis LHK Kota Depok itupun menjelaskan jika pihaknya tengah menyiapkan beberapa alternatif untuk mengganti pagar kawat sling besi itu. Salah satunya dengan pagar tanaman.

“Diganti dengan tanaman hidup yang baru terpikir, tapi itu juga lagi alternatif,” terangnya. Akan tetapi Ety belum bisa memastikan kapan pagar itu akan dicabut dan diganti.

“Saat ini belum ada anggarannya,” kata Ety.


Menyangkut dengan keberadaan pagar sling baja itu sendiri, dirinya mengatakan jika Sling tersebut berfungsi untuk membatasi para pejalan kaki agar tak menyebrang jalan dengan sembarangan. Pagar juga dibuat agar tanaman yang ada di median jalan tidak terinjak-injak oleh pejalan kaki.

“Itu untuk mengamankan orang supaya tidak melintas di sembarang tempat, awalnya khawatir banyak korban lagi dan sekaligus untuk pengaman taman supaya tidak diinjak,” tutur Ety.

Sementara itu, Satlantas Polresta Depok mengusulkan ke Pemkot Depok untuk mencabut pagar sling baja tersebut. Polisi menyarankan Pemkot Depok agar mengganti pagar itu karena membahayakan.

“Kawat sling baja itu kena panas, hujan setiap hari sehingga karatan akhirnya tajam kayak pisau,” kata Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sutomo.

Sebelumnya, Ita Sachari (27) ditemukan tewas mengenaskan di dekat pembatas Jalan Margonda Raya, Depok. Polisi menyatakan Ita tewas akibat kecelakaan lalu lintas.

“Laka (kecelakaan lalu lintas) tunggal,” jelas Kompol Sutomo, Kasat Lantas Polresta, Senin (8/4/2019).

Sutomo mengatakan, bila pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi.

“Hasil olah TKP itu memang murni kecelakaan lalu lintas. Korban diduga mengantuk, kemudian out of control,” Terang Sutomo.

Dari hasil olah TKP, pemeriksaan CCTV dan saksi-saksi, polisi menyimpulkan korban mengalami kecelakaan tunggal. (costa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *