Menkopulhukam: Partisipsi Pemilih Di Pemilu 2019 Capai 80,90%

Racikan.id – Usai memimpin rapat koordinasi khusus tingkat menteri tentang “Pengamanan Pemilu Pasca Pencoblosan” di Kantor Kemenko Pulhukam, Jakarta, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto menyebutkan tingkat partisipasi pemilih pada pemungutan suara Pemilu 2019 mencapai 80,90 persen.

“Partisipasi pemilih mencapai 80,90 persen, telah melampaui target RPJMN 2015-2019 sebesar 77,5 persen,” kata Wiranto di Jakarta, Kamis, (18/4/2019)

Menurut Wiranto, besarnya partisipasi pemilih menunjukkan bahwa siapapun presiden yang terpilih akan memiliki legitimasi yang tinggi.

Wiranto juga menyampaikan apresiasi pemerintah terhadap seluruh pihak, baik peserta pemilu, penyelenggara pemilu, aparat keamanan, dan seluruh masyarakat Indonesia.

“Tahapan pemungutan suara dan penghitungan suara Pemilu Serentak 2019 telah berjalan aman, tertib, dan lancar, serta damai,” ucapnya.

Berkenaan dengan itu,dilakukan rakor yang dihadiri segenap unsur pimpinan TNI dan Polri, serta institusi penegak hukum nasional untuk membahas situasi nasional pasca pemilu.

Adapun hasil dari rakor tersebut, yakni pertama bahwa TNI dan Polri merupakan institusi negara yang dalam hal pemilu ditempatkan pada posisi yang netral.

“Tidak masuk dalam kontestasi pemilu dan tidak berpihak kepada siapapun,” tegasnya.

Kedua, sebagai alat negara TNI dan Polri yang telah disumpah menjaga keutuhan bangsa dan negara akan bersatu padu menghadapi kemungkinan berbagai ancaman yang dapat mengganggu keamanan nasional dan persatuan bangsa.

Ketiga, dirinya mengimbau seluruh pihak untuk menghargai ajakan para calon presiden untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan memelihara perdamaian. Melarang para pendukungnya untuk melakukan aksi-aksi provokasi yang akan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Menghormati proses finalisasi hasil pemilu yang sedang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU),” ujarnya


Keempat, dihimbaunya agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis yang melanggar hukum serta perundangan yang berlaku, sambil menunggu hasil resmi perhitungan suara oleh KPU.

“TNI dan Polri akan bertindak tegas untuk menindak dan menetralisir berbagai aksi yang nyata-nyata akan mengganggu ketertiban.dan keamanan nasional, serta keutuhan bangsa dan negara,” pungkasnya. (obeth)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 + eight =