Warning: mysqli_query(): (HY000/1): Can't create/write to file '/tmp/#sql_7ea5_0.MYI' (Errcode: 28 - No space left on device) in /host/depokberkarya/racikan.id/wp-includes/wp-db.php on line 2008
Hari ini 25 Tahun Lalu, Cobain Tewas Bunuh Diri - RACIKAN.ID
Warning: mysqli_query(): (HY000/1): Can't create/write to file '/tmp/#sql_7ea5_0.MYI' (Errcode: 28 - No space left on device) in /host/depokberkarya/racikan.id/wp-includes/wp-db.php on line 2008
Kurt Cobain Tewas Bunuh diri

Hari ini 25 Tahun Lalu, Cobain Tewas Bunuh Diri

Racikan.id– “Aku akan menjadi seorang musisi superstar, lalu bunuh diri dan melebur dalam api kemuliaan.”

Menjadi seorang Super Star mungkin banyak dicita-citakan oleh para remaja tanggung yang kebetulan memiliki hobi bermain musik. Membentuk sebuah band lalu pentas dari satu panggung ke panggung lainnya sambil berharap dilirik oleh perusahaan rekaman, kemudian diorbitkan dan jadilah seorang maha bintang. Tetapi sayangnya, kehidupan seorang bintang tak selalu menyenangkan. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang kemudian frustasi lantaran keadaan dan pada akhirnya memilih jalan pintas, seperti bunuh diri.

Ikon dari genre musik Grunge yang sekaligus pentolan grup band Nirvana, Kurt Cobain  menghembuskan nafas terakhirnya pada 5 April 1994 di usia yang ke 27.

Kurt Donald Cobain atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kurt Cobain, lahir pada 26 Februari 1967 di sebuah rumah sakit yang terletak di atas bukit yang menghadap Aberdeen, Washington. Kurt kecil tumbuh jadi anak yang hiperaktif sampai orangtua dan guru di SD-nya kewalahan. Mereka percaya jika energi Kurt yang berlebihan itu karena adanya gangguan medis serius.

Meski pola makannya telah diatur, namun hal itu tak begitu manjur. Pada akhirnya Cobain kecil diberi obat Ritalin selama 3 bulan.
bisa jadi  pemberian Ritalin menjadi interaksi pertama Kurt dengan obat-obatan yang memicu adiksinya pada narkoba ketika dewasa.

Memasuki usianya yang ke-9 tahun, kedua orang tuanya bercerai. Alhasil perceraian tersebut membuatnya merasa menanggung hal yang amat memalukan. Cobain bahkan malu dengan teman-teman sekolahnya karena keluarganya hancur oleh perceraian. Hal inilah yang membuat masa kecilnya menjadi suram.

Ketika beranjak remaja Cobain mulai bertingkah seperti orang dewasa. Dirinya mulai melakukan kekerasan (bullying) terhadap teman-teman sekolahnya. Sejak kecil Kurt Cobain sudah mulai akrab dengan lagu-lagu dari The Ramones dan The Beatles. Mulai beranjak remaja bakat seninya mulai terlihat. Ia pernah menghabiskan waktu di masa sekolah untuk melukis, bahkan Cobain pernah melukis karikatur Michael Jackson dan presiden AS saat itu, Ronald Reagen.

Ia kemudian mempelajari gitar di saat dia masih duduk di bangku sekolah. Beberapa pengaruh musisi di era 60 hingga 70-an menjadi pengaruh terbesar bagi perkembangan permainan dan pengetahuan musiknya.

Diusianya yang ke-14 tahun, Cobain mulai membuat film sendiri menggunakan kamera Super-8 milik orangtuanya. Tahun berikutnya ia membuat film yang diberinya judul Kurt Commits Bloody Suicide.  Ternyata film tersebut membuat orangtuanya risau pada sisi sang buah hati.

Suatu ketika, kepada salah seorang teman sekolahnya yang menyarankan dirinya untuk menjadi artis, Cobain pernah bilang, “Aku akan menjadi seorang musisi superstar, lalu bunuh diri dan melebur dalam api kemuliaan.”

Kemudian Ia menambahkan, “Aku serius ingin jadi kaya dan terkenal, lalu membunuh diriku sendiri seperti Jimi Hendrix.” Dan ternyata ucapannya itu bukan hanyalah isapan jempol belaka. Pasalnya, di usia 27 tahun, seusia Jimi Hendrix, Kurt Cobain menghabisi nyawanya sendiri.

Hari-hari Terakhir Kurt Cobain

Pada 18 November 1993, Cobain bersama bandnya, Nirvana, membawakan lagu “Where Did You Sleep Last Night”. Berkisah tentang pembunuhan nan mencekam, lagu ini menjadi lebih menghantui karena suara parau Cobain dan teriakan di ujung lagu. Saking mencekamnya Penyanyi Neil Young menyebut teriakan itu “mengerikan, seperti lolongan manusia serigala.” Her husband, was a hard working man Just about a mile from here His head was found in a driving wheel But his body never was found”

3 April 1994, Love meminta Grant, seorang mantan Sheriff dan Detektif di Los Angeles yang memiliki reputasi cemerlang dalam melacak orang hilang untuk mencari Cobain yang menghilang beberapa hari.

Namun rupanya, Kurt Cobain sendiri sebenarnya tak benar-benar hilang. Sejak meninggalkan pusat rehabilitasi Pada 31 Maret (sejumlah sumber lain menyebut tanggal 1 April), ternyata secara tak sengaja Cobain sempat bertemu dengan Duff McKagan, Bassis Guns N Roses yang merupakan teman satu kampungnya.

Keduanya duduk bersebelahan dan ngobrol sepanjang perjalanan. “Saat kami sampai dan menuju klaim bagasi, aku kepikiran mengundang Cobain ke rumahku. Aku merasa dia kesepian dan sendirian malam itu. Begitu pula aku. Tapi ada banyak sekali orang. Aku ada di band rock besar, Cobain juga. Ketika aku kebingungan, Kurt sudah menyelinap menuju limo,” kata Duff di biografinya, It’s So Easy And Other Lies (2011).

Pada tanggal 30 Maret, Cobain menemui Dylan Carlson, sahabat lamanya di Seattle untuk meminjam pistol. Kepada Dylan, Cobain beralasan jika ada penyusup di rumahnya. Tapi vokalis Nirvana ini tak berani beli pistol sendiri karena pada 18 Maret, Love sempat menelpon polisi lantaran  suaminya itu mengurung diri di kamar dengan sepucuk revolver kaliber 38. Saat itu, Love mengira Cobain akan bunuh diri.

Ketakutanisteri Cobain itu, bukanlah yang pertama kali. Sebab pada 1 Maret, Cobain didiagnosis menderita bronkitis dan laringitis yang membuat dirinya harus menahan rasa sakit amat hebat. Karena diagnosis itu pula, tanggal 3 Maret Cobain menenggak sampanye dan rohipnol hingga overdosis. Hal ini menjadi percobaan bunuh diri pertamanya.

Love takut suaminya akan benar-benar bunuh diri dengan senjata api. Maka ia minta tolong pada beberapa teman Cobain agar memberikan dukungan pada suaminya. Termasuk di sana adalah Steven Chatoff, Direktur Eksekutif Anacapa by the Sea, sebuah pusat penanganan pecandu narkoba dan penderita gangguan psikologis.

 “Cobain memakai narkoba ketika di Seattle. Tapi dia menyangkalnya. Suasana amat kacau. Dan teman serta keluarga Cobain takut ia akan bunuh diri,” ujar Chatoff pada Rolling Stone.

Pada 25 Maret, sekitar 10 orang kawan berkumpul di rumah Cobain dan mencoba mencari cara mendukung kondisi psikologis pentolan Nirvana itu. Salah satu yang hadir adalah bassist Nirvana, Krist Novoselic. Ia mengatakan kondisi kejiwaan Cobain amat terguncang.

 “Dia gila karena heroin,” ujar Krist. “Aku ingat hari-hari terakhirnya dan dia kena efek heroin. Jadi dia jelas tidak berpikir jernih ketika itu.”

Carlson memilih untuk tak meminjami Cobain pistol. Sebaliknya, Ia memilih mengantar sahabatnya itu ke Stan’s Gun Shop. Disanalah, Cobain membeli shotgun Remington 20 dan sekotak peluru. Cobain kemudian meletakkan shotgun itu di rumahnya, lalu terbang ke Los Angeles untuk menjalani program rehabilitasi. Namun sayangnya, ia hanya tahan dua hari, lalu memilih pulang lagi ke Seattle, dan tak sengaja bertemu Duff di bandara Los Angeles.

Ginny, seorang pelayan perempuan melaporkan bila pada tanggal 4 April, Cobain tengah makan di restoran Cactus. Saat itu Sang Super Star terlihat lahap menyantap makanannya hingga menjilati piring. Pemilik restoran, Bret, mengatakan bahwa vokalis Nirvana itu pesan puding. Cobain kemudian disebut akan pergi menonton film The Piano. Tak ada kabar dari Cobain selama beberapa hari sejak penampakan terakhirnya itu.

Sementara itu, Grant juga tak menemukan petunjuk apapun dan terus mencari Cobain. Tanggal 8 April, seorang teknisi listrik bernama Gary Smith datang ke rumah Cobain yang terletak di 171 Lake Washington Blvd untuk memasang sistem keamanan rumah. Saat melongok ke dalam rumah, Smith melihat sosok yang mengenakan celana jeans biru dan sepatu Converse All-Star terbaring di lantai.

 “Awalnya kupikir itu manekin. Setelah kulihat lebih jelas, edan, itu mayat. Aku bisa melihat darah dan sepotong telinga dan senjata api tergeletak di dadanya,” kata Smith. Polisi datang dan berita mulai ramai tersebar.

kematiannya mengguncang dunia rock. Cobain bunuh diri di usia yang masih amat muda, 27 tahun. Kematiannya mengokohkan mitos para musisi legendaris yang meninggal di angka 27. Setelah melakukan otopsi, polisi menyatakan Cobain menyuntikkan heroin dengan dosis mematikan sebelum bunuh diri. Tanggal kematiannya ditetapkan pada 5 April 1994, tepat hari ini 25 tahun lalu.

Meski sudah lama terjadi, banyak penggemar merasa tak rela Cobain meninggal. Banyak forum penggemar Cobain yang mendiskusikan teori konspirasi. Sedangkan Grant yang tak berhasil menemukan Cobain menemukan banyak kejanggalan dalam kasus ini. Salah satunya terkait dosis heroin yang disuntikkan Cobain.

 “Jika Cobain menyuntikkan dosis heroin tiga kali lebih banyak dari dosis mematikan, apakah ia bisa mengangkat shotgun dan menembak dirinya sendiri?” tanya Grant. Tapi dunia terus berputar dan tak semua orang punya ketekunan serupa Grant.

Musik grunge dan rock alternatif dari Seattle kemudian perlahan memudar. Nirvana  bubar. Krist Novoselic menjadi aktivis dan politisi sembari tetap bermain musik. Drummer Dave Grohl membuat Foo Fighters dan menjadi rockstar yang amat dihormati. Cobain sendiri tak benar-benar dilupakan. Namanya terus dikenang sebagai salah satu musisi terbaik sepanjang masa.

Penulis : obeth

Diolah dari berbagai referensi

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − five =